Stop Insecure! Perbanyak Bersyukur!
Terima kasih sudah mampir ke blog ini.
Hayo, siapa di sini yang merasa insecure? Pasti kalian pernah ngerasain itu, 'kan? Kenapa, sih, bisa ngerasain itu?
Aku yakin hampir semua manusia pernah ngalamin yang namanya insecure, apalagi di era sekarang.
Pengertian insecure itu sendiri apa, sih? Kenapa banyak yang mengalami itu?
Jadi, insecure adalah perasaan di mana kita merasa kalau apa yang kita miliki itu selalu kurang. Kita akan selalu membandingkan kekurangan diri sendiri dengan kelebihan orang lain. Bahasa lainnya itu, ya, kurang percaya diri. Padahal, hal itu bisa saja membuat orang merasa risi karena kamu terlalu insecure.
Lho, kenapa kita ngerasa insecure? Padahal Tuhan menciptakan manusia dengan kelebihannya masing-masing. Jawabannya ada di diri kamu sendiri, yaitu kamu belum bersyukur.
"Aku udah bersyukur, kok."
Yakin sudah bersyukur?
Syukur adalah rasa bangga, puas, serta rasa terima kasih atas nikmat yang telah diberikan oleh-Nya. Rasa syukur bisa didapat jika kita mengakui bahwa kenikmatan itu ada, bukan selalu mengeluh atas kekurangan.
Dalam Islam, syukur adalah dekat dengan ibadah. Mengingat asma-Nya, memuji segala yang telah Dia berikan, dan merasa berterima kasih atas kenikmatan tersebut.
Nah, di sini jelas banget kalau kamu kurang mensyukuri apa yang kamu miliki.
Aku akan ajak kamu untuk berhenti insecure, tapi perbanyak bersyukur. Wah, bagaimana caranya, tuh? Caranya mudah banget, lho.
Pertama, kamu harus percaya diri.
Coba kamu bercermin, apa yang sebenarnya perlu kamu cemaskan dan merasa insecure? Fisik? Mereka lebih cantik atau ganteng dari kamu? Dari mana kamu lihat itu?
Memang, penampilan seseorang itu orang lain yang menilai. Namun, apa orang itu akan mengatakan sesuatu yang buruk terhadap kamu?
Aku rasa, kamu hanya perlu percaya diri di hadapan orang-orang. Lebih banyak berbaur dan jangan pernah membandingkan kekurangan sendiri dengan kelebihan orang lain, karena itu jelas berbeda.
Gini, apa kelebihan kamu itu kurang di mata mereka? Jelas tidak, 'kan?
Kedua, berhenti mendengarkan apa kata orang yang mengatai kamu.
Meminta pendapat itu perlu, tapi kalau seseorang men-judge kamu, hiraukan saja! Anggap saja angin lalu, dan buat mereka bungkam dengan menunjukkan kelebihan kamu.
Menerima pendapat, kritik, dan saran jelas berbeda dengan mendengar kata buruk dari orang lain. Satu yang melihatmu buruk, belum tentu seribu orang lagi melihatmu buruk juga. Jadi, jika ada satu orang yang mengejek kekurangan kamu, jangan digubris dan buat motivasi diri untuk bangkit dan buktikan bahwa kamu lebih baik dari mereka.
Ketiga, coba, lakukan, dan jangan bilang tidak bisa!
Coba lakukan hal-hal yang membuatmu senang, tanpa harus meniru kegiatan orang lain.
Lakukan sesuka kamu, apa pun hal itu asalkan positif. Lalu, jangan bilang kalau kamu tidak bisa seperti mereka! Ingat bahwa hasil tidak akan mengkhianati usaha yang sudah kamu perjuangkan. Bahkan, kamu bisa lebih dari mereka!
Keempat, banggalah dengan prestasi yang kamu raih!
Jangan pernah bilang kamu tidak pernah berprestasi! Kamu menjadi manusia yang baik saja patut diapresiasi. Apa pun yang kamu bisa, itu kemampuan kamu. Jika mendapat penghargaan, jadikan itu sebagai motivasi kamu supaya lebih baik lagi.
Berbangga dengan usaha yang sudah berhasil itu perlu, tetapi tetap konsisten dan tidak sombong. Maka, di situ kamu akan merasa kalau kamu tidak perlu lagi merasa insecure, karena kamu bisa!
Terakhir, ini adalah poin terpenting dan kesimpulan dari keempat cara supaya tidak insecure lagi.
Apa itu? Yaps, bersyukur!
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bersyukur adalah poin penting untuk menghilangkan rasa insecure. Hiraukan orang-orang yang mencaci, lakukan hal positif dan percaya diri, serta bangga dengan prestasi yang dimiliki.
Fighting!
Sumber :
Komentar
Posting Komentar